Cara Penularan Tuberkulosis dan Upaya Pencegahannya

Tuberkulosis atau yang biasa dikenal dengan penyakit TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang bagian paru-paru. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada organ tubuh lain yang bisa terserang penyakit TBC ini, yaitu tulang belakang, kelenjar getah bening atau limfa, kulit, ginjal, serta selaput otak. Penyakit ini juga bisa menular ke orang lain. Bagaimana cara penularannya? Simak penjelasannya plus upaya pencegahannya.

Cara penularan TBC

Penularan tuberkulosis umumnya terjadi lewat udara. Saat penderita TBC aktif memercikkan lendir ataupun dahak saat batuk atau bersin, bakteri TBC ikut keluar bersama lendir tersebut dan terbawa sampai ke udara. Bakteri TBC tersebut akan masuk ke tubuh orang lain lewat udara yang dihirupnya. Berpindahnya bakteri TBC ke orang lain memang lewat udara dan tidak menular lewat kontak fisik.

Meskipun demikian, bakteri TBC yang tersebar di udara tetap bisa bertahan berjam-jam, terutama saat ruangan gelap dan lembab, sebelum akhirnya dihirup oleh orang lain. Biasanya, penularan terjadi di ruangan dan percikan dahaknya berada dalam waktu yang lama.

Selain cara penularan tuberkulosis yang perlu diwaspadai, faktor risiko seseorang bisa tertular TBC juga perlu diketahui dan diwaspadai sebagai upaya pencegahan. Orang-orang yang berisiko tinggi tertular TBC adalah mereka yang sering bertemu dan juga berdiam di tempat yang sama dengan penderita penyakit TBC, seperti keluarga, sahabat, teman sekantor, atau teman sekelas.

Meskipun tergolong berisiko, pada dasarnya penularan tuberkulosis tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua orang yang memang menghirup udara yang mengandung bakteri TBC akan langsung tertular dan menderita TBC. Pada sebagian besar kasus, bakteri yang terhirup ini tersebut akan berdiam di paru-paru tanpa menimbulkan penyakit ataupun menginfeksi orang lain. Bakteri tersebut justru tetap ada di dalam tubuh orang tersebut sambil menunggu saat yang tepat untuk menginfeksi. Kapankah itu? Waktunya adalah ketika daya tahan tubuh sedang lemah.

Upaya Pencegahan TBC

Setelah mengetahui cara penularan tuberkulosis yang terjadi lewat udara beserta dengan cara menginfeksinya, upaya pencegahan TBC harus tetap dilakukan agar kondisi kesehatan tubuh dapat terhindar dari infeksi bakteri penyebab TBC. Beberapa cara pencegahannya adalah memperbaiki sirkulasi udara di rumah atau kantor untuk mencegah bakteri penyebab TBC berdiam di dalam ruangan. Upaya vaksinasi BCG juga sangat penting untuk mencegah tertular bakteri tuberkulosis, terutama bagi anak-anak dan orang yang berisiko tinggi tertular.

Penularan tuberkulosis juga dapat dicegah dengan menguatkan sistem imun melalui konsumsi makanan dan minuman sehat yang kaya nutrisi. Beristirahat dan berolahraga cukup juga sangat menunjang kebugaran tubuh dan pikiran, sehingga kondisi imunitas tubuh tetap terjaga. Dengan cara ini, TBC ataupun penyakit lainnya tidak mudah menyerang.

Meskipun penularan tuberkulosis nyatanya memang tidak semudah yang dikira, Anda tetap disarankan untuk selalu waspada. Bakteri TBC yang ada di udara siap kapan saja untuk menyerang ketika pertahanan tubuh lemah. Bagaimanapun juga, kondisi kesehatan tubuh sangat berharga dan harus dijaga sebagaimana mestinya agar tetap mampu beraktivitas.

Apabila memang sudah terserang infeksi bakteri TBC dengan mengalami gejala berupa batuk lebih dari tiga minggu, nafsu makan menurun, demam, dan berat badan berkurang, segeralah periksakan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. upaya pengobatannya juga bisa mencegah infeksi yang lebih parah.

 

Sumber Artikel:

www.alodokter.com

www.halodoc.com

 

Sumber Gambar:

jabar.tribunnews.com

lifestyle.kompas.com

yusmaniarblog.wordpress.com

 

Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*